Beranda > Uncategorized > Madura – Makepung, Bali Bull Racing 'Grand Prix'

Madura – Makepung, Bali Bull Racing 'Grand Prix'

Jika / emMadura / emhas em karapan sapi mereka atau banteng balap maka Bali memiliki Makepung . Dua tradisi yang serupa tetapi tidak sama namun keduanya benar-benar unik segar dan tontonan menghibur.

Makepung dalam bahasa Bali lokal berarti kejar-kejaran adalah tradisi dalam bentuk ras kerbau yang telah lama melekat pada budaya Bali khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani selama kegiatan membajak pada musim panen. Pada saat itu mereka berlomba dengan gerobak melekat pada kerbau dan dikendalikan oleh seorang joki.

Seiring waktu bahwa kegiatan penipuan tumbuh seiring dengan jumlah orang yang suka menonton dan berpartisipasi. Sekarang Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan ditonton oleh banyak wisatawan. Selain itu lomba kerbau telah menjadi agenda tahunan pariwisata di Bali dan dikelola secara profesional.

Hari ini Makepung tidak hanya diikuti oleh petani. Banyak karyawan dan pengusaha dari kota juga menjadi peserta dan pendukung. Dalam perlombaan besar Gubernur Cup misalnya peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar pasang kerbau dan bahkan lebih. Suasana sangat meriah dengan kehadiran para musisi Jegog gamelan Bali terbuat dari bambu untuk memeriahkan suasana lomba.

Namun jika carriot balik carriot garis depan bisa mempersempit jarak menjadi kurang dari m yang carriot akan keluar sebagai pemenang gantinya. Balapan selesai dalam hitungan delapan sampai sepuluh menit dalam setiap ras.

Penggemar dan peserta Makepung di Jembrana terbagi menjadi dua kelompok yang dikenal sebagai Blok Barat dan Blok Timur. Distribusi blok ini berdasarkan aliran Sungai Ijo Gading yang membelah ibukota Kabupaten Jembrana. Kedua blok akan bertemu dalam perlombaan resmi setiap dua minggu. Dan setiap blok memiliki sirkuit sendiri digunakan sebagai lokasi praktek atau kompetisi resmi.

Hal unik yang membuat Makepung menjadi sebuah tontonan yang menarik dan menarik adalah ekspresi seorang joki di atas carriot sementara ia memberi semangat dengan berteriak di dua kerbau dengan teriakan dari blok nya. Para joki cambuk kerbau dengan tongkat saat balapan di trek lebar meter untuk mencapai kecepatan maksimum. Beberapa joki juga menggunakan tongkat khusus di mana terdapat paku kecil di atasnya. Jadi tidak mengherankan jika kerbau adalah pendarahan setelah mengikuti perlombaan.

Dan seperti ras lainnya saat yang paling menunggu adalah kecelakaan. Dalam Makepung hampir di setiap balapan selalu ada joki yang gagal mengendalikan kerbau. Hal ini sering terjadi ketika ada peserta yang akan menyalip peserta lainnya. Dan ketika kerbau lepas kendali ia akan keluar jalur dan jatuh ke dalam plot lahan basah atau mendapat carriot nya terbalik.

Terbaik saat untuk penonton.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: